Perilaku Pencarian Informasi Generasi Muda
Perkembangan informasi
sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan informasi. Tingkat kebutuhan
informasi setiap orang berbeda-beda, semakin tinggi tingkat kebutuhan akan
informasi maka perilaku pengguna untuk mencari dan menemukan informasi juga
semakin aktif dan tinggi. Tanpa adanya informasi manusia tidak akan mampu untuk
berkembang secara baik dan akan menjadi manusia yang serba ketinggalan.
Subjek dari informasi
tersebut adalah manusia, baik dari generasi tua maupun generasi muda (Generasi
Milenial). Manusia yang lahir di tahun 90-an sampai dengan sekarang ini disebut
dengan generasi milenial, dimana generasi yang mencari informasi tidak dengan
membaca buku melainkan mencari informasi melalui media massa seperti:
handphone, televisi, komputer dan lain sebagai berikut, yang mana masyarakatnya
sangat membutuhkan teknologi untuk mendapatkan informasi secara cepat dari
jarak jauh.
Kebutuhan informasi
muncul karena adanya problematic
situation (situasi yang penuh masalah) dimana seseorang merasa harus
memperoleh masukan dari sumber- sumber lain di luar dirinya. Kebutuhan
informasi mencerminkan adanya persyaratan yang harus dipenuhi dalam
melaksanakan tugas tertentu.
Ada enam model perilaku
pencarian informasi, yaitu: starting, chaining, browsing, dif erentiating,
monitoring dan extracting, (1). Starting
– terdiri dari aktivitas-aktivitas yang memulai terjadinya kegiatan pencarian
informasi. (2). Chaining – kegiatan mengikuti rangkaian sitasi, pengutipan atau
bentuk-bentuk perujukan antar dokumen yang satu dengan yang lainnya. (3).
Browsing – merawak, mencari tetapi dengan agak terarah, di wilayah-wilayah yang
dianggap punya potensi terhadap informasi yang dibutuhkan. (4). Dif erentiating
– pemilahan, menggunakan ciri-ciri di dalam sumber informasi sebagai acuan
dasar untuk memeriksa kualitas ataupun isi informasi. (5). Monitoring –
memantau perkembangan dengan memfokuskan diri pada beberapa sumber terpilih.
(6). Extracting – secara sistematis menggali di satu sumber untuk mengambil
informasi yang dianggap penting.
Tahapan model pencarian
informasi generasi millenial adalah dengan mengawali proses pencarian informasi
dengan adanya sebuah tuntutan dan keinginan yang membuat mereka bergerak
melakukan serching atau browsing, kemudian generasi millenial
melakukan seleksi akan informasi yang mereka dapatkan dengan cara memilih
informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kemudian generasi millenial
melakukan evaluasi atas informasi yang mereka dapatkan, kemudian setelah mereka
merasa bahwa informasi tersebut pantas untuk disebarluaskan maka mereka akan
melakukan penyebarluasan infromasi tersebut. Kemudian setelah generasi tersebut
melakukan share informasi maka mereka akan repost beberapa informasi yang
mereka sukai, setelah itu mereka akan mengevaluasi kembali informasi yang
direpost dan kemudian mereka akan melakukan respon atas segala informasi yang
mereka dapatkan dan infromasi yang telah mereka share.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar