Metadata
Dublin Core
Oleh:
Maulida Hafni Panjaitan (0601162033)
Jurusan Ilmu Perpustakaan/Semester V Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Dublin
Core merupakan salah satu skema metadata yang digunakan untuk web resource
description and discovery. Gagasan membuat standar baru agaknya dipengaruhi
oleh rasa kurang puas dengan standar MARC yang dianggap terlalu banyak unsurnya
dan beberapa istilah yang hanya dimengerti oleh pustakawan serta kurang bisa
digunakan untuk sumber informasi dalam web. Elemen Dublin core dan MARC
intinya bisa saling dikonversi.
Metadata Dublin
Core memiliki beberapa kekhususan sebagai berikut:
1.
Memiliki
deskripsi yang sangat sederhana
2.
Semantik
atau arti kata mudah dikenali secara umum
3.
Expandable
memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut
Metadata
ini muncul sejak tahun 1995 dengan dukungan dari OCLC dan NCSA (National
Information Standards Organization). Di dalam Metadata Dublin Core juga
terdapat sebuah identifier unik yaitu serangkaian key yang gunanya untuk
mengekstrak metadata dari provider dan datestamp yang menyangkut
waktu ketika sebuah data diciptakan, dihapus, atau dimodifikasi. Metadata ini
bertujuan untuk mendeskripsikan kumpulan elemen yang dibuat suatu pembuat
informasi di internet (berbasis web).
Metadata Dublin Core memiliki
beberapa aturan yang menjelaskan hubungan antara metadata dan objek yang
dideskripsikan, antara lain:
a. The One-to-One Principle
Secara
umum metadata Dublin Core menjelaskan satu versi dari sebuah objek, walaupun
objek tersebut merupakan versi lain dari sebuah objek lain. Misalnya, gambar
dengan ekstensi jpeg dari Mona Lisa memiliki banyak kesamaan dengan lukisan
aslinya, namun dua objek tersebut bukan objek yang sama. Dengan demikian versi
digital dari Mona Lisa harus dideskripsikan sebagai objek itu sendiri, dengan
pencipta Mona Lisa versi digital sebagai Creator. Hubungan antara metadata
untuk objek asli dan objek reproduksi merupakan bagian dari deskripsi metadata,
sehingga dapat digunakan untuk membantu dalam menentukan apakah seseorang perlu
melihat lukisan asli Mona Lisa di Louvre, atau cukup dengan melihat versi
digitalnya.
b. The Dumb Down Principle
Berdasarkan
aturan ini, pengguna dapat dengan bebas menentukan apakah sebuah elemen
metadata perlu digunakan atau tidak. Jika dirasa tidak perlu, maka elemen
tersebut tidak perlu digunakan dalam mendeskripsikan sebuah objek.
c. The Dumb Down Principle
Penerapan
elemen metadata dapat berbeda-beda tergantung konteksnya. Namun seseorang yang
menerapkan metadata tidak dapat selalu memprediksi bagaimana sebuah elemen
metadata tersebut ditafsirkan. Hal ini mungkin menimbulkan kendala bagaimana
metadata dibangun, namun orang yang menerapkan metadata tetap harus memikirkan
kegunaan dan cara untuk memanfaatkan metadata agar dapat membantu pengguna
dalam menemukan data. Metadata Dublin Core merupakan jenis metadata yang dapat
menyimpan elemen suatu objek secara umum sehingga cocok digunakan untuk
mendeskripsikan objek secara luas. Terdapat dua jenis metadata Dublin Core
yaitu Simple Dublin Core dan Qualified Dublin Core.
Awalnya
metadata dibuat dalam 13 elemen, namun dalam perkembangannya elemennya
bertambah menjadi 15 elemen yaitu:
1.
Title: judul dari sumber informasi.
2.
Creator: pencipta sumber informasi.
3.
Subject: pokok bahasan sumber informasi, biasanya dinyatakan dalam bentuk
kata kunci atau nomor klasifikasi.
4. Description: keterangan suatu isi dari sumber informasi, misalnya berupa
abstrak, daftar isi atau uraian.
5.
Publisher: orang atau badan yang mempublikasikan sumber informasi.
6.
Contributor: orang atau badan yang ikut menciptakan sumber informasi.
7.
Date: tanggal penciptaan sumber informasi.
8.
Type:
jenis sumber informasi, laporan, peta, dan sebagainya.
9.
Format:
bentuk fisik sumber informasi, format, ukuran, durasi, sumber
informasi.
10. Identifier: nomor atau serangkaian angka dan huruf yang mengidentifikasi
sumber informasi. Contoh URL, alamat situs.
11. Source: rujukan ke sumber asal suatu sumber informasi.
12. Language: bahasa intelektual yang digunakan sumber informasi.
13. Relation: hubungan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi
lainnya.
14. Coverage: cakupan isi ditinjau dari segi geografis atau periode waktu.
Contoh Metadata Dublin Core adalah sebagai berikut:
Creator= ”]=[=rand,Army”
Subject=”metadata”
Description=”Present an overviewof
metadata conventions in pubhising”
Publisher=”NISO Press”
Date=”2003-7”
Type= ”Text”
Identifier=http://www.niso.org/standards/resources/Metadata_Demystified.pdf
Language= ”en”
Referensi:
Supriyanto, Wahyu (2008). Teknologi Informasi Perpustakaan,
Yogyakarta: Penerbit Kanisiun.
https://media.neliti.com/media/publications/79043-ID-implementasi-metadata-simple-dublin-core.pdf


