RDF (Resource Description Framework)
Oleh: Maulida Hafni Panjaitan (0601162033)
Jurusan Ilmu Perpustakaan, V Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
RDF (Resource
Description Framework) merupakan pondasi dalam pembuatan semantik web. RDF
adalah himpunan bagian dari RDF Schema dan RDF Schema adalah himpunan bagian
dari OWL. RDF menyediakan suatu format, sedangkan OWL dan RDF Schema
menyediakan model data ontologi. Dimana ketiganya menggunakan konsep XML (Extensible
Markup Language).
Tahapan
yang dilakukan untuk penyimpanan informasi dengan RDF adalah:
1.
Pengambilan
data, data sumber diambil untuk kemudian diolah dan disusun menurut struktur
ataupun kategori yang ada dalam bentuk lembar kerja (worksheet). Berikut
penyusunan data dalam bentuk lembar kerja.
2.
Penyusunan
skema, data disusun dalam bentuk skema berdasarkan strukturnya. Berikut contohnya.
3.
Penulisan
sintak, dari skema kemudian dibuat suatu bentuk RDF data dengan menggunakan
alat bantu penulisan dokumen dengan ekstension .rdf yang penyusunannya memakai
konsep XML. Penulisan untuk RDF diawali dengan format sebagai berikut :
Format awal pada dokumen di atas adalah suatu tanda bahwa dokumen
tersebut berupa dokumen RDF dengan konsep penulisan secara XML yang mengacu
pada dokumen yang telah ditunjuk oleh prefix ( alamat yang ditunjuk berupa
alamat URI (Universal Resource Identifier) yang bertujuan agar tagtag
yang ada dalam dokumen dapat diterjemahkan sesuai dengan konsep yang telah
disepakati pada awal dokumen tersebut.
4.
Interpretasi,
interpretasi merupakan inti dari RDF, tanpa interpretasi penyusunan informasi
akan sia-sia dan tidak ada informasi yang bisa diambil.
5.
Query,
informasi yang tersimpan dalam bentuk RDF dapat diambil (query) dengan
memakai RDQL, berikut salah satu contohnya :
Dari hasil query dapat terlihat
penyimpanan informasi dengan RDF jauh berbeda hasilnya dengan penyimpanan data
secara relasional, karena bisa lebih kaya makna ataupun artinya.




