Selasa, 13 November 2018

Metadata


Metadata Dublin Core
Oleh: Maulida Hafni Panjaitan (0601162033)
Jurusan Ilmu Perpustakaan/Semester V Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Dublin Core merupakan salah satu skema metadata yang digunakan untuk web resource description and discovery. Gagasan membuat standar baru agaknya dipengaruhi oleh rasa kurang puas dengan standar MARC yang dianggap terlalu banyak unsurnya dan beberapa istilah yang hanya dimengerti oleh pustakawan serta kurang bisa digunakan untuk sumber informasi dalam web. Elemen Dublin core dan MARC intinya bisa saling dikonversi.
Metadata Dublin Core memiliki beberapa kekhususan sebagai berikut:
1.      Memiliki deskripsi yang sangat sederhana
2.      Semantik atau arti kata mudah dikenali secara umum
3.      Expandable memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut
Metadata ini muncul sejak tahun 1995 dengan dukungan dari OCLC dan NCSA (National Information Standards Organization). Di dalam Metadata Dublin Core juga terdapat sebuah identifier unik yaitu serangkaian key yang gunanya untuk mengekstrak metadata dari provider dan datestamp yang menyangkut waktu ketika sebuah data diciptakan, dihapus, atau dimodifikasi. Metadata ini bertujuan untuk mendeskripsikan kumpulan elemen yang dibuat suatu pembuat informasi di internet (berbasis web).
Metadata Dublin Core memiliki beberapa aturan yang menjelaskan hubungan antara metadata dan objek yang dideskripsikan, antara lain:
a. The One-to-One Principle
Secara umum metadata Dublin Core menjelaskan satu versi dari sebuah objek, walaupun objek tersebut merupakan versi lain dari sebuah objek lain. Misalnya, gambar dengan ekstensi jpeg dari Mona Lisa memiliki banyak kesamaan dengan lukisan aslinya, namun dua objek tersebut bukan objek yang sama. Dengan demikian versi digital dari Mona Lisa harus dideskripsikan sebagai objek itu sendiri, dengan pencipta Mona Lisa versi digital sebagai Creator. Hubungan antara metadata untuk objek asli dan objek reproduksi merupakan bagian dari deskripsi metadata, sehingga dapat digunakan untuk membantu dalam menentukan apakah seseorang perlu melihat lukisan asli Mona Lisa di Louvre, atau cukup dengan melihat versi digitalnya.
b. The Dumb Down Principle
Berdasarkan aturan ini, pengguna dapat dengan bebas menentukan apakah sebuah elemen metadata perlu digunakan atau tidak. Jika dirasa tidak perlu, maka elemen tersebut tidak perlu digunakan dalam mendeskripsikan sebuah objek.
c. The Dumb Down Principle
Penerapan elemen metadata dapat berbeda-beda tergantung konteksnya. Namun seseorang yang menerapkan metadata tidak dapat selalu memprediksi bagaimana sebuah elemen metadata tersebut ditafsirkan. Hal ini mungkin menimbulkan kendala bagaimana metadata dibangun, namun orang yang menerapkan metadata tetap harus memikirkan kegunaan dan cara untuk memanfaatkan metadata agar dapat membantu pengguna dalam menemukan data. Metadata Dublin Core merupakan jenis metadata yang dapat menyimpan elemen suatu objek secara umum sehingga cocok digunakan untuk mendeskripsikan objek secara luas. Terdapat dua jenis metadata Dublin Core yaitu Simple Dublin Core dan Qualified Dublin Core.
Awalnya metadata dibuat dalam 13 elemen, namun dalam perkembangannya elemennya bertambah menjadi 15 elemen yaitu:
1.      Title: judul dari sumber informasi.
2.      Creator: pencipta sumber informasi.
3.      Subject: pokok bahasan sumber informasi, biasanya dinyatakan dalam bentuk kata kunci atau nomor klasifikasi.
4.  Description: keterangan suatu isi dari sumber informasi, misalnya berupa abstrak, daftar isi atau uraian.
5.      Publisher: orang atau badan yang mempublikasikan sumber informasi.
6.      Contributor: orang atau badan yang ikut menciptakan sumber informasi.
7.      Date: tanggal penciptaan sumber informasi.
8.      Type: jenis sumber informasi, laporan, peta, dan sebagainya.
9.      Format: bentuk fisik sumber informasi, format, ukuran, durasi, sumber informasi.
10.  Identifier: nomor atau serangkaian angka dan huruf yang mengidentifikasi sumber informasi. Contoh URL, alamat situs.
11.  Source: rujukan ke sumber asal suatu sumber informasi.
12.  Language: bahasa intelektual yang digunakan sumber informasi.
13.  Relation: hubungan antara satu sumber informasi dengan sumber informasi lainnya.
14.  Coverage: cakupan isi ditinjau dari segi geografis atau periode waktu.
15.  Rights: pemilik hak cipta sumber informasi.

Contoh Metadata Dublin Core adalah sebagai berikut:
Title=”Metadata Demystified”
Creator= ”]=[=rand,Army”
Subject=”metadata”
Description=”Present an overviewof
metadata conventions in pubhising”
Publisher=”NISO Press”
Date=”2003-7”
Type= ”Text”
Format=”application/pdf”
Identifier=http://www.niso.org/standards/resources/Metadata_Demystified.pdf Language= ”en”

Referensi: 
Supriyanto, Wahyu (2008). Teknologi Informasi Perpustakaan, Yogyakarta: Penerbit Kanisiun.
https://media.neliti.com/media/publications/79043-ID-implementasi-metadata-simple-dublin-core.pdf

2 komentar: